TUGAS 2- RESUME SEMINAR :MASA DEPAN UMKM DALAM EKONOMI BERKELANJUTAN : PERAN ESG, FAIR TRADE, DAN TRANSFORMASI RANTAI PASOK GLOBAL
- June 03, 2026
Nama : Azra Ardellia Susilo
NIM : 43224010053
Mata Kuliah : Kewirausahaan
Tugas : Membuat Resume Seminar
Topik / Judul Materi: Masa Depan UMKM dalam Ekonomi Berkelanjutan: Perspektif Ilmiah tentang ESG, Fair Trade, dan Rantai Pasok Global
Narasumber :
- Arief Bowo Prayoga Kasmo, Ph.D., C.IBC., C.SBA., C.SM. (Associate Professor & Peneliti Sustainability Business — Universitas Mercu Buana)
RESUME :
PENDAHULUAN
Perkembangan ekonomi global saat ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah bisnis tidak lagi ditentukan hanya oleh pencapaian keuntungan finansial. Masyarakat, investor, dan regulator mulai memberikan perhatian yang lebih besar terhadap dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkan oleh aktivitas usaha. Perubahan cara pandang tersebut mendorong munculnya konsep pembangunan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada keberlanjutan.
Dalam konteks tersebut, UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional menghadapi tantangan sekaligus peluang baru. Agar tetap kompetitif, UMKM perlu menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar yang semakin menekankan praktik bisnis yang bertanggung jawab. Melalui seminar ini, narasumber menjelaskan bagaimana konsep ESG, Fair Trade, dan pengelolaan rantai pasok berkelanjutan dapat menjadi instrumen penting dalam mendukung transformasi UMKM menuju ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
ESG sebagai Tolak Ukur Keberlanjutan Bisnis
Salah satu konsep yang menjadi perhatian utama dalam dunia usaha modern adalah ESG (Environmental, Social, and Governance). Kerangka ini digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menjalankan bisnis secara bertanggung jawab.
Aspek lingkungan (Environmental) berkaitan dengan upaya perusahaan dalam mengurangi dampak negatif terhadap alam, seperti pengelolaan limbah, efisiensi energi, dan pengurangan emisi karbon. Aspek sosial (Social) menitikberatkan pada hubungan perusahaan dengan pekerja dan masyarakat, termasuk perlindungan hak tenaga kerja serta kontribusi sosial yang diberikan. Sementara itu, aspek tata kelola (Governance) menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam pengelolaan organisasi.
Penerapan ESG semakin dianggap penting karena menjadi salah satu pertimbangan utama bagi investor dan mitra bisnis dalam menentukan kerja sama jangka panjang.
Implementasi ESG melalui Fair Trade dan Green Supply Chain
Menurut narasumber, salah satu bentuk implementasi ESG yang paling mudah dipahami adalah konsep Fair Trade atau perdagangan yang adil. Melalui pendekatan ini, pelaku usaha didorong untuk memberikan harga yang layak kepada produsen, memperhatikan kesejahteraan pekerja, serta menerapkan proses produksi yang lebih ramah lingkungan.
Selain Fair Trade, keberlanjutan juga perlu diterapkan dalam rantai pasok melalui konsep Green Supply Chain Management. Pendekatan ini menekankan pentingnya pengelolaan rantai pasok yang efisien, rendah emisi, dan memperhatikan aspek lingkungan dari proses produksi hingga distribusi. Keberhasilan penerapan rantai pasok hijau sangat dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi digital, inovasi berkelanjutan, serta kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar pelaku usaha.
Tantangan Penerapan ESG pada UMKM
Walaupun konsep ESG menawarkan berbagai manfaat, implementasinya masih menghadapi sejumlah hambatan. Dari sisi regulasi, belum tersedia pedoman yang komprehensif dan spesifik bagi UMKM untuk menerapkan serta melaporkan kinerja keberlanjutan mereka. Dari sisi finansial, biaya investasi untuk teknologi dan proses bisnis yang lebih ramah lingkungan masih dianggap cukup tinggi bagi sebagian besar UMKM.
Tantangan lain berasal dari keterbatasan sumber daya manusia. Banyak pelaku UMKM belum memahami ESG secara menyeluruh sehingga penerapannya masih belum optimal. Selain itu, tingkat tuntutan pasar terhadap praktik keberlanjutan juga belum merata di seluruh wilayah, sehingga motivasi untuk mengadopsi ESG berbeda-beda antar pelaku usaha.
Hubungan ESG dengan Kinerja UMKM
Menariknya, hasil penelitian yang dipaparkan menunjukkan bahwa dampak ESG terhadap kinerja UMKM tidak selalu sama. Sejumlah studi menemukan bahwa penerapan ESG mampu meningkatkan profitabilitas, memperkuat reputasi usaha, serta memperluas akses terhadap sumber pembiayaan. Namun, terdapat pula penelitian yang menunjukkan bahwa manfaat tersebut baru dapat dirasakan apabila terdapat dukungan kebijakan, insentif pemerintah, atau akses pasar yang memadai.
Pada usaha berskala mikro, penerapan ESG bahkan dapat menimbulkan beban tambahan apabila tidak disertai dukungan yang sesuai. Oleh karena itu, keberhasilan implementasi ESG sangat dipengaruhi oleh ukuran usaha, akses pendanaan, karakteristik sektor industri, dan kondisi lingkungan bisnis tempat UMKM beroperasi.
Arah Pengembangan UMKM Berkelanjutan
Dalam sesi penutup, narasumber menekankan pentingnya pengembangan tiga agenda strategis untuk memperkuat posisi UMKM di masa depan. Pertama, pengembangan kewirausahaan hijau (green entrepreneurship) yang mengintegrasikan tujuan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Kedua, pembangunan rantai pasok berkelanjutan yang mampu memenuhi tuntutan pasar global. Ketiga, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam proses pengukuran serta pelaporan kinerja ESG agar lebih mudah diakses oleh pelaku UMKM.
Kesimpulan
Seminar ini menunjukkan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian penting dari strategi bisnis modern. ESG bukan lagi sekadar konsep teoritis, melainkan kebutuhan yang akan menentukan daya saing UMKM di masa depan. Meskipun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, peluang yang ditawarkan jauh lebih besar apabila didukung oleh kebijakan yang tepat, peningkatan kapasitas pelaku usaha, dan pemanfaatan teknologi. Dengan demikian, UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Bukti Kehadiran



Komentar
Posting Komentar